Tampilkan postingan dengan label Kabar Berau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Berau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 September 2010

Pelantikan Bupati-Wabup Tetap Besok

TANJUNG REDEB - Persiapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Berau terpilih, serta peringatan Hari Jadi ke-57 Kabupaten Berau dan ke-200 Tanjung Redeb sudah matang. Kemarin, panitia pelaksana pelantikan dan hari jadi terlihat sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Pelantikan yang semula dikabarkan tertunda sepekan karena gubernur akan ke luar negeri, dipastikan tetap berlangsung Rabu (15/9) besok.

Di Lapangan Pemuda yang akan digunakan sebagai tempat upacara peringatan hari jadi, sejak kemarin sudah ditata oleh panitia. Demikian pula di gedung DPRD yang menjadi tempat berlangsungnya rapat paripurna hari jadi dan pelantikan bupati/wakil bupati.

Undangan pun sudah disebar ke berbagai daerah di Kaltim. Selain kepala daerah dan ketua DPRD se Kaltim, pelantikan bupati pun rencananya akan dihadiri pejabat dari pusat serta mantan penjabat Gubernur Kaltim Tarmizi A. Karim.

“Tokoh-tokoh masyarakat Berau yang ada di luar daerah pun diundang,” kata Kabag Humas Setkab Berau Mappasikra kemarin (13/9).

Usai pelantikan dan peringatan hari jadi, malamnya akan digelar acara di gedung Graha Pemuda. “Acara malam itu hanya ramah tamah dengan semua undangan,” ujar Mappasikra.

Pelantikan bupati dan wakil bupati memang dirangkai dengan peringatan hari jadi kabupaten ke-57 dan kota Tanjung Redeb ke-200. “Jadi pelantikan bupati dan wakil bupati tidak ditunda seperti informasi sebelumnya,” kata Mappasikra.

Seperti diberitakan sebelumnya, pelantikan Bupati dan Wabup sempat akan ditunda karena bertepatan dengan jadwal Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ke luar negeri.

“Tapi informasi terakhir, Gubernur tidak jadi berangkat. Jadi pelantikan tetap berlangsung pada 15 September. Besok (hari ini, Red) rencananya Gubernur datang,” tutur Mappasikra.

sumber : Kaltimpos

Berau Kebagian 269 CPNS

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mendapatkan jatah 269 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2010 ini. Sebagian besar tenaga guru.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau Adji Djoni Kesuma mengatakan, penerimaan CPNS tahun ini terdiri dari 121 formasi guru, 81 formasi kesehatan, dan sisanya formasi tenaga teknis. “Sudah kami terima kuota khusus Berau,” ucapnya pekan lalu.

Meski kuota sudah diterima, BKPP belum bisa memastikan kapan jadwal penerimaan dibuka, karena masih menunggu kepastian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Untuk penerimaan, kami akan menggelar rapat terlebih dahulu guna membahas teknis penerimaan atau seleksi CPNS,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau Ibnu Sina Asyari mengatakan, Pemkab mengusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 500 formasi sebelumnya. Mayoritas diusulkan adalah tenaga kesehatan dan guru. “Memang kedua formasi ini masih sangat banyak diperlukan,” tuturnya.

Menurut Ibnu, usulan yang disampaikan Pemkab itu untuk memberikan kesempatan kepada pegawai honor non-database ikut seleksi penerimaan CPNSD formasi umum. “Tapi bukannya tenaga honor non-database diprioritaskan. Mereka tetap diikutkan dalam tes penerimaan CPNS formasi umum dengan melihat disiplin ilmunya,” tuturnya.

Dikatakan Ibnu, pegawai tidak tetap non-database mencapai 700-an orang. Jika dari jumlah tersebut ada yang lolos menjadi CPNS, maka akan mengurangi beban keuangan pemerintah daerah.

sumber : kaltimpos

Sentosa Water Park Dipadati Pengunjung

TANJUNG REDEB - Libur Lebaran Idulfitri tahun ini dimanfaatkan warga Berau untuk mengunjungi objek wisata lokal. Misalnya berlibur ke Pulau Derawan atau objek wisata di sekitar Kecamatan Tanjung Redeb.

Hasil pantauan di kolam renang Sentosa Water Park, Tanjung Redeb Minggu (12/9), tampak ribuan pengunjung membanjiri satu-satunya objek wisata terdekat di kawasan Tanjung Redeb. Mereka memanfaatkan sisa liburan yang sisa sehari itu refreshing bersama keluarga.

Ani, staf pengelola Sentosa Water Park mengatakan, H+3 Lebaran merupakan puncak banyaknya pengunjung, sedangkan kemarin sudah mulai menurun hingga 30 persen. “Kami sempat kerepotan juga mengurusi banyaknya pengunjung, namun kami sudah menyiapkan sejumlah personel tambahan,” tuturnya.

Menurut Ani, sebagian pengunjung berasal dari Bulungan, dan beberapa pengunjung dari Samarinda dan Balikpapan yang kebetulan bersilaturahmi dengan keluarga yang ada Berau.”Rata- rata pengunjung luar Berau yang memadati tempat wisata ini,” katanya.

Terpisah, Gatot, salah seorang pengunjung asal Bulungan yang datang bersama keluarga mengatakan, rasanya tidak lengkap jika liburan lebaran tidak dimanfaatkan dengan rekreasi bersama keluarga. Selain itu, liburan wisata ini juga untuk melengkapi libur lebaran yang berakhir kemarin. ”Ini hari terakhir liburan Lebaran, harus dimanfaatkan untuk refreshing,” ujar pria yang berprofesi sebagai PNS di Bulungan itu.

sumber : kaltimpos

BERSIH-BERSIH

Petugas kebersihan Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb membersihkan sampah koran usai pelaksanaan salat Id, Jumat (10/9). Pemandangan sampah koran ini biasa terlihat setiap pelaksanaan salat Idulfitri dan Iduladha. Masyarakat diharapkan meningkatkan kesadarannya untuk membuang sampah pada tempatnya.

Jumat, 03 September 2010

Pedagang ''Nakal'' di Eks Pasar Gayyam Ditertibkan

TANJUNG REDEB - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau bersama jajarang Polres Berau dan TNI menggelar razia pedagang yang masih berjualan di sekitar eks Pasar Gayyam, Tanjung Redeb, Rabu (1/9). Diketahui, sebanyak 4 pedagang terpaksa diamankan.

Seiring dioperasikannya Pasar Sanggam Adji Dilayas di Jl HM Ayoeb, Kelurahan Teluk Bayur, Pemkab Berau memang melarang seluruh pedagang untuk berjualan di sekitar eks Pasar Gayyam. Namun, masih ada saja pedagang “nakal” yang masih coba-coba berjualan di sana.

Kasi Penegakan Perda Abdurrahman mengatakan, tindakan pedagang “nakal” itu tentunya merugikan pedagang yang sudah menempati Pasar Sanggam Adji Dilayas. “Kami ingin perdagangan terfokus di pasar itu, sehingga para pembeli semuanya akan ke Pasar Sanggam. Kalau masih ada yang berjualan di eks Pasar Gayyam, ini merugikan teman-teman mereka yang lain,” ujarnya.

Menurutnya, razia gabungan itu sengaja digelar untuk menertibkan pedagang “nakal” tersebut. “Kami akan menindak tegas bagi pedagang yang masih berjualan di sana (eks Pasar Gayyam, Red.),” ujarnya.

Tampak dalam razia itu, petugas Satpol PP membongkar lapak-lapak yang digunakan untuk berjualan. “Sebelum razia ini, sebenarnya kami sudah mengingatkan mereka agar tidak berjualan di sekitar eks pasar,” tegasnya.

Untuk menertibkan sejumlah pedagang tersebut, kata dia, pemkab sudah mengaturnya dalam Perda Nomor 5 Tahun 2005. “Perda ini yang mengatur tentang keberadaan pedagang khususnya para pedagang kaki lima (PKL). Hal ini sengaja dilakukan demi menciptakan tatanan kota yang lebih baik dan rapi,” ungkapnya.

sumber : kaltimpos

Bupati Tinjau Gedung DPRD

Persiapan Tempat Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati

TANJUNG REDEB - Prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) yang dijadwalkan 15 September mendatang, diharapkan tak sekadar berlangsung lancar, namun pelayanan tamu dan undangan juga berjalan baik. Untuk persiapan tersebut, Bupati Makmur HAPK dan Wabup Ahmad Rifai secara khusus selama 2 jam meninjau ruang sidang utama DPRD.

Dalam tinjauannya itu, Bupati dan Wabup juga didampingi Kapala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Yudi Artangali, Asisten I Bahtiar Kelana, Asisten II Suparno Kasim, dan Kepala Bagian Pemerintahan Datu Supriatma. Sedangkan dari jajaran legislatif, Ketua DPRD Elita Herlina, Wakil Ketua I H Saga, dan sejumlah anggota maupun sekretariat DPRD.

Kehadiran Bupati dan Wabup itu menginginkan prosesi pelantikan nantinya berjalan sangat baik. Sebelumnya, Bupati sempat melihat langsung prosesi pelantikan kepala daerah di Bulungan, Rabu (1/9) lalu. Di sana, dia mendapatkan banyak pelajaran khususnya dalam pelaksanaan prosesi.

Apalagi, menurut catatan penyelenggaran, tak kurang dari 1.500 undangan bakal hadir.”Ini yang perlu dipersiapkan secara matang,” kata Makmur. Oleh karena itu, ia meminta kepada sekretariat dewan maupun panitia terkait untuk melakukan koordinasi yang baik, agar pelaksanaan berjalan sukses.

Dari posisi di ruang sidang utama yang masih menggunakan meja dan kursi, hanya mampu menampung tidak lebih dari 800 undangan. Untuk menyiasatinya, kemungkinan meja yang ada di DPRD akan disingkirkan sementara, kemudian ditempatkan kursi agar daya tampung bisa lebih banyak lagi.

Rencananya, lantai 1 gedung DPRD Berau juga akan dimanfaatkan sebagai tempat duduk tamu undangan, bila ruang sidang utama tak mencukupi lagi. Diketahui, tak hanya sejumlah pejabat yang akan menghadiri pelantikan tersebut, tokoh masyarakat dan warga yang berada di kecamatan-kecamatan lainnya juga akan hadir.

Bupati dan wabup, sangat memperhatikan detail yang ada di gedung tersebut. Terutama bagian kecil yang mulai nampak kusam, diminta untuk segera dicat kembali. Penataan pengatur udara dan sistem suara maupun penempatan kursi para pejabat dari luar daerah. Kabarnya, seluruh anggota DPRD Kaltim akan hadir, sekaligus melakukan rapat kerja di Pulau Derawan.

Terpisah, Sekkab Berau H Ibnu Sina Asyari menegaskan, jadwal pelantikan bupati dan wabup Berau tidak mengalami perubahan, yakni 15 September 2010. Kelengkapan administrasi sudah siap di Kementerian Dalam Negeri.”Saya berencana ke Jakarta Jumat (3/9) besok (hari ini, Red),” kata Ibnu.

sumber : kaltimpos

Akses Masuk Jadi Prioritas

Pengamanan Oprasi Ketupat 2010

TANJUNG REDEB - Bandara Kalimarau, Pasar Sanggam Adji Dilayas, dan akses masuk ke Kabupaten Berau menjadi proiritas utama dalam pengamanan Operasi Ketupat 2010 di lingkungan Polres Berau. Hal tersebut disampaikan Kapolres Berau AKBP Armed Wijaya saat menjadi inspektur upacara (Irup) dalam upacara gelar pasukan Operasi Ketupat 2010 di halaman Mapolres Berau kemarin (2/9).

Dalam apel yang dihadiri unsur muspida Berau itu berlangsung lancar. Selain itu, hadir sebagai peserta apel tersebut meliputi unsur kemananan yang terdiri dari kepolisian, Kodim 0902 Tanjung Redeb, Satuan Polisi Pamong Praja, dan kesatuan Yon Armed Buritkang.

Dikatakan Kapolres, gelar pasukan Operasi Ketupat 2010 yang diselenggarakan serentak di seluruh Kesatuan Polisi Daerah (Polda) dan kesatuan wilayah dimaksudkan untuk menunjukan kesiapan Polri dalam menyelenggarakan operasi tersebut. Hal ini juga dalam rangka menjaga dan mempertahankan kondusivitas wilayah, sehingga masyarakat di wilayah Indonesia dapat merayakan Idulfitri secara aman dan nyaman.

”Ini merupakan salah satu komitmen Polri untuk menciptakan suasana kondusif menjelang perayaan Idulfitri,” tegas Kapolres.

Selain itu, dikatakannya, jumlah pemudik yang akan merayakan lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 16 juta jiwa. Sedangkan jumlah kendaraan yang akan digunakan untuk mudik mencapai 5 juta unit atau mengalami kenaikan 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, dikatakannya, peningkatan volume kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan, tentunya dibarengi dengan aktivitas pasar tumpah yang sering terjadi menjelang datangnya Idulfitri, dan kurangnya pemahaman para pengguna jalan berdampak pada terjadinya kemacetan lalu lintas yang cukup panjang.

Dengan pelaksanaan Operasi Ketupat, dapat menekan tingkat kecelakaan yang diakibatkan ketidakdisiplinan para pengguna jalan. Berdasarkan data pada 2009, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 35,35 persen, untuk jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan 35,71 persen.

Diimbau, untuk para pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagai sarana mudik lebaran, agar selalu memperhatikan keselamatan dengan menggunakan helm standar, dan menyalakan lampu di siang hari.

Khusus pengamanan di Berau sendiri, kata Armed, pihaknya akan menempatkan beberapa personel di Bandara Kalimarau, Pasar Sanggam Adji Dilayas, dan beberapa titik wilayah perbatasan yang digunakan sebagai akses masuk dan keluar Kabupaten Berau. Diketahui, Polres akan mengerahkan 280 personel dalam pengamanan kali ini. ”Pengamanan seperti itu diharapkan menghindarkan kejahatan yang bisa saja terjadi,” ujar Armed.

Menyinggung maraknya aksi perampokan yang sering terjadi di Indonesia, Armed menambahkan, pihaknya akan melakukan razia kendaraan bermotor di area perbatasan Berau. Hal ini dilakukan untuk menghindari aksi kejahatan yang mungkin bisa terjadi.” Polri sudah berkomitmen untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan hari raya Idulfitri,” ujarnya.

sumber : kaltimpos

Kamis, 02 September 2010

Pendapatan Masyarakat Terus Meningkat

Kiat-kiat Bupati Berau Menyabet Satyalancana Pembangunan

Seiring dengan pesatnya program pembangunan di Berau, berdampak pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terus berkembang mulai 2005 hingga 2009. Demikian pula dalam peningkatan sektor usaha kecil menengah.
PADA 2005, PDRB terhitung berdasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp 2,185 triliun, dan tahun 2009 sebesar Rp 3,275 triliun. Angka itu mengindikasikan terjadi peningkatan Rp 1,090 triliun dengan rata-rata peningkatan tahunan sebesar Rp 0,272 triliun.

Sebagai gambaran pada 2009, kontribusi tiap sektor ekonomi pada total PDRB, masing-masing pertambangan dan penggalian 41,29 persen, sektor pertanian dalam arti luas 21,16 persen, industri pengolahan 12,45 persen, bangunan 13,03 persen, serta sektor pengangkutan dan komunikasi 7,08 persen. Sementara itu kontribusi sektor lain yang masih di bawah angka 5 persen, yaitu sektor jasa 3,17 persen, perdagangan, hotel, dan restoran 1,13 persen. Juga sektor keuangan dan jasa perusahaan 0,58 persen.

Indikator ekonomi lainnya dapat dilihat pencapaian kinerja adalah pendapatan per kapita masyarakat. Pada 2007, pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp 18,059 juta. Sementara pada 2008 sebesar Rp 20,815 juta, yang berarti meningkat sebesar Rp 1,710 juta atau 8,95 persen dibandingkan nilai pendapatan per kapita tahun sebelumnya.

Hal ini berarti tingkat pendapatan masyarakat Berau secara rata-rata mengalami perbaikan dan memberikan indikasi kuat bahwa hasil-hasil pembangunan di daerah dalam era otonomi berdampak positif bagi pemberdayaan masyarakat.

Di bidang keuangan selama kurun waktu 5 tahun dipandang cukup baik. Hal ini dapat dipantau dari semakin meningkatnya realisasi pendapatan daerah selama 2005 hingga 2009. Tercatat nominal yang dihasilkan mencapai Rp 5,19 triliun, di mana pada 2005 sebesar Rp 0,73 triliun; pada 2006 Rp 0,98 triliun; tahun 2007 Rp 1,07 triliun; tahun 2008 Rp 1,21 triliun, dan pada 2009 Rp 1,19 triliun.

Perlu diketahui, pendapatan daerah pada 2009 realisasinya masih bersifat sementara sambil menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Realisasi pendapatan kurun waktu tahun 2005-2009 sebesar Rp 5,194 triliun, atau lebih Rp 1,187 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp 4,007 triliun.

Realisasi pendapatan itu diperoleh dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 432,28 miliar atau lebih besar 52,51 persen dari target yang ditetapkan. Dana perimbangan terealisasi Rp 4,110 triliun atau melebih target sebesar 30,55 persen.

Sedangkan untuk perkembangan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) cukup menggembirakan. Baik keanggotaan, permodalan, volume usaha, sisa hasil usaha (SHU). Walaupun masih terdapat beberapa kekurangan dan kelemahan terutama kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi dan UMKM sendiri.

Jumlah koperasi pada 2005 sebanyak 226 unit dan pada 2009 telah berkembang menjadi 298 unit, atau meningkat 32 persen. Jumlah UMKM pada 2005 sebanyak 217 unit, dan pada 2009 meningkat menjadi 2.187 unit atau naik 907 persen.

sumber : kaltimpos

Tiket Pesawat Masih Tersedia

TANJUNG REDEB - Pemesanan tiket pesawat terbang mulai dilakukan warga yang akan mudik Lebaran. Hingga akhir pekan lalu, maskapai Batavia Air telah menerima permintaan hingga 80 persen dari kursi yang disediakan, demikian pula Kalstar yang telah menerima pesanan tiket 50 sampai 60 persen.

Kendati sudah banyak pemesanan tiket yang dilakukan, warga yang belum memesan tiket masih bisa mendapatkannya hingga H-1, apalagi pihak Batavia Air mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737 seri 300 dengan kapasitas 144 seat.

Selain Batavia, Sriwijaya Air juga menggunakan Boeing, sedangkan Kalstar dan Trigana memakai pesawat berkapasitas di bawah 50 orang.

“Saya rasa warga masih bisa mendapatkan tiket, karena hingga saat ini baru 80 persen yang booking,” kata Andreas Hari YT, District Manager Batavia Air Berau, akhir pekan lalu. Untuk jadwal penerbangan, Andreas masih menunggu informasi dari pusat. “Kami belum tahu apakah hari H lebaran nanti tetap terbang atau libur. Tapi biasanya libur sehari,” ujarnya.

Sementara Joko, Branch Manager Kalstar Berau mengatakan, jumlah warga yang berpergian menggunakan pesawat Kalstar masih normal. Warga yang sudah memesan tiket sejak awal untuk keberangkatan sebelum Lebaran tiba mencapai 50 sampai 60 persen dari ketersediaan seat.

Jumlah tersebut, kata Joko jauh berbeda dari tahun lalu. “Tahun lalu dua minggu sebelum hari H lebaran Idul Fitri sudah full booking. Tapi tahun ini baru sekitar 50 sampai 60 persen,” ujarnya.

Minimnya warga yang memesan tiket tersebut kemungkinan singkatnya hari libur. “Kalau tidak salah ada pelantikan bupati setelah Lebaran. Jadi kemungkinan tidak banyak yang mudik. Tapi tidak tahu kalau tanggal 4 September nanti. Biasanya mendekati hari H terjadi lonjakan,” tambahnya.

Soal harga tiket, kemungkinan ada kenaikan. “Tapi belum tahu berapa kenaikannya,” kata Andreas. Sementara Joko mengatakan, pihaknya tidak menaikkan harga tiket. “Harga masih normal,” ujarnya.

sumber : kaltimpos

Sayuran asal Palu

PASOKAN sayur-mayur selama Ramadan di pasar induk Sanggam Adji Dilayas Tanjung Redeb cukup melimpah. Selain produksi lokal, sejak jauh-jauh hari para pedagang sudah melakukan kontak bisnis dengan para pengusaha sayur-mayur di Palu, Sulawesi Tengah.

Khusus sayuran jenis kubis atau kol, dipasok dari kota tersebut hanya menggunakan kapal kecil. Jarak perjalanan laut dari ibu kota Sulawesi Tengah itu terbilang singkat, dibandingkan dari daerah lainnya. Hal ini memudahkan petani maupun pedagang sayur asal Palu langsung membawa dagangannya ke Berau.

Selain kubis dan kol, ada pula kentang dan wortel yang sengaja dipasok dari luar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat selama Ramadan hingga Idulfitri nanti. Meski kebutuhan meningkat, harga yang ditawarkan relatif terjangkau.

sumber : kaltim pos

Pendirian BLK Mendesak Direalisasikan

PESATNYA kegiatan di sektor pertambangan dan perkebunan memicu tingginya permintaan terhadap tenaga kerja terampil. Ini harus diantisipasi, sehingga perlu segera diwujudkan Balai Latihan Kerja (BLK). Bila terlambat, jangan disalahkan bila perusahaan terus merekrut tenaga kerja dari luar daerah.

Menurut Anwar, anggota DPRD dari Partai Demokrat, permintaan terhadap tenaga kerja terampil cukup tinggi. Ini merupakan hal utama bagi perusahaan untuk mengejar target produksi. Yang menjadi persoalan, tidak semua tenaga kerja lokal bisa ditampung, karena terbatasnya keterampilan yang dimiliki. “Ini yang harus dipikirkan oleh Pemkab,” kata Anwar.

Akan sangat ironis kata Anwar, bila tukang las pun harus didatangkan dari luar daerah karena tenaga kerja lokal belum bisa memenuhi. Hal ini hanya bisa terjawab, bila Pemkab segera mewujudkan BLK. ”Saya dengar pernah ada kerja sama pembangunan BLK dengan perusahaan tambang. Lalu bagaimana realisasinya. Jangan berhenti hanya pada tahap MoU saja,” tambahnya.

Menurutnya, yang terjadi saat ini, perusahaan saling intip untuk merekrut tenaga kerja dengan iming-iming upah yang lebih besar. Situasi seperti ini, akan menimbulkan kondisi yang tidak sehat antara sesama perusahaan. Untuk mempekerjakan seseorang, perusahaan tentu sudah memberikan investasi berupa pelatihan. “Masa perusahaan sudah mengeluarkan biaya besar untuk pelatihan, namun ujung-ujungnya karyawan beralih ke perusahaan lain,” kata dia.

Kehadiran BLK adalah jawaban yang harus segera diwujudkan. Lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perkuliahan, atau mahasiswa yang ingin menambah keterampilan, juga bisa mengikuti pelatihan di BLK, sebelum menjadi karyawan. Untuk jangka menengah dan jangka panjang, perusahaan tentu sangat memerlukan tenaga kerja yang terampil.

DPRD akan memberikan dukungan besar, bila Pemkab yang bekerja sama dengan perusahaan akan mewujudkan BLK. Anwar mendorong sekolah kejuruan yang berorientasi pada disiplin ilmu teknis tetap eksis. Bisa jadi, sebelum BLK terbentuk, sekolah kejuruan akan menjadi alternatif bagi perusahaan.

sumber : kaltimpos

Alur Pelayaran Tanjung Batu Dipasang Rambu

TANJUNG REDEB - Agar pelayaran menuju Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan tidak terkendala karena kapal maupun speedboat tersangkut di karang, rencananya perairan Tanjung Batu akan dipasang sarana bantu navigasi atau rambu.

“Kami rencanakan bulan ini melakukan survei di mana saja akan dipasang buoy (rambu, Red) serta suar di Tanjung Batu,” kata General Manager UPK PT Pelindo IV Tanjung Redeb Jusuf Junus, Senin (31/8).

Menurut pria yang pernah bertugas di Tarakan ini, pemasangan rambu laut di alur pelayaran perairan Tanjung Batu juga merupakan salah satu persiapan dari rencana mendatangkan kapal Pelni secara rutin ke Berau. Juga bagian dari konsep tata kelola kepelabuhanan.

Apalagi kata Jusuf, pihaknya sudah menandatangi memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkab soal pengelolaan pelabuhan Tanjung Batu sebagai pusat arus penumpang kapal. Naik itu kapal Pelni maupun kapal-kapal yang menghubungkan Berau dengan Tawau, Malaysia Timur.

Terkait rencana mendatangkan kapal Pelni untuk melayani rute pelayaran dari dan ke Berau, menurutnya tinggal membuat surat ke Menteri Perhubungan. Namun pelabuhan Tanjung Batu harus mendapat status bisa disandari kapal penumpang.

“Nah, untuk mendapatkan status itu tugasnya pemerintah daerah. Jika sudah ada, kami tinggal menyurati Menhub,” ujarnya. Agar kapal Pelni bisa masuk ke Berau, persyaratan harus lengkap. Salah satunya soal status pelabuhan Tanjung Batu,” tambah Jusuf.

Terpisah, Fahmi Rizani, Kabid Perhubungan Darat Dishub Berau yang dikonfirmasi mengatakan, setelah lebaran pihaknya akan menindaklanjuti rencana mendatangkan kapal Pelni tersebut. “Dishub bersama Pelindo akan bersama-sama mengurus perizinan serta status pelabuhan Tanjung Batu ke Ditjen Perhubungan Laut,” kata Fahmi.

Fahmi juga mengatakan, tahun ini pemasangan rambu laut di alur pelayaran Tanjung Batu akan dilengkapi. “Selain itu, rambu laut juga dipasang di alur pelayaran menuju Pulau Derawan dan di muara Sungai Berau,” ungkapnya.

sumber : kaltim pos

visit globe